Perutku lapar meronta
Mau makan apa hari ini
Seharian tak sesuap penganan pun yang masuk rongga perutku
Ku pergi menuju tempat sampah terdekat
Kukorek-korek namun tak satu pun makanan ada di situ
Hanya ada kertas-kertas, plastik bungkus dan puntung rokok
Aku berpindah tempat
Nun jauh di sana tampak tempat sampah yang lain
Kukorek sekali lagi mencoba peruntunganku
Yang ada hanyalah kertas-kertas, plastik bungkus dan bangkai kucing mati
KasihanKucing itu mati
Mungkin mati kelaparan
Mati kelaparan di tempat sampah
Tempat sampah dekat restoran cepat saji makanan asing
Sungguh ironis
Mati di dekat makanan yang berlimpah restoran itu
Sungguh kasihan kucing itu
Sama seperti nasib bangsaku
Rakyat pribumi bangsa ini
Rakyat yang terbuang di negerinya sendiri
Rakyat yang kelaparan di negeri kaya
Pribumi malang yang mati kelaparan
Mati kelaparan di negeri mutiara khatulistiwa
Sementara ribuan rakyat bangsa penjarah datang
Mendapat restu entah dari siapa
Mudah dan leluasa menguras habis negeri ini
Sungguh ironis memang
Pribumi bangsa ini mati kelaparan
Bangsa pendatang bangsa penjarah mati kekenyangan
Kutukan apakah ini
Haruskah kita bangsa kulit berwarna selalu menjadi yang tertindas
Haruskah kita selalu menjadi warga kelas dua di negeri sendiri
Haruskah kita terusir dari desa nenek moyang kita
Hanya demi rumah dan vila mewah para bangsa pendatang
Atau demi padang golf kesenangan para cukong dan bangsa pendatang
Rakyat pribumi negeri ini tidak butuh golf
Rakyat pribumi negeri ini butuh makan enak
Rakyat negeri ini butuh makanan bergizi
Bukan singkong bulgur dan yang lainnya
Pribumi juga manusia
Pribumi juga doyan keju daging dan ikan
Pribumi tidak mau lagi mengencangkan ikan pinggang
Karena perut sudah tak lagi berdaging
Tinggal dua sentimeter lagi dan kami akan mati kelaparan
Haruskah kami mengencangkan ikat pinggang untuk kesekian kalinya
Hanya demi segelintir orang yang gila hormat
Perampas harta rakyat
Wajah-wajah manis perampas kehidupan
Kehidupan kami para pribumi
Karena kami juga manusia
Kami berhak hidup
Bukan sekedar hidup
Namun hidup dengan kualitas hidup yang baik
Hidup makmur berlimpah sandang pangan papan pendidikan
Bukannya sekedar janji kosong melompong
Seperti yang sudah ratusan tahun ini kami jalani
Kami bangsa pribumi sudah tidak bodoh seperti dulu lagi
Setelah ratusan tahun ditipu
Kami tidak lagi mau ditipu kembali
Terlebih oleh bangsa sendiri





















1 komentar:
These are great links and a very
Rolex watches,
labatterie,
r4 ds nice blog.
Poskan Komentar